January 27, 2026

[tanpa judul]

aku adalah seorang kakak yang pengecut—

bersembunyi di balik lemari waktu

yang pintunya tak pernah benar-benar tertutup.


aku menyimpan adikku

di saku baju yang sobek,

tiap lubang adalah janji

yang tak sempat kutambal.


aku tahu cara melindungi

dalam teori,

seperti burung yang hafal peta langit

tapi gemetar saat angin benar-benar datang.


ketika suara pecah di rumah

aku memilih jadi jam dinding,

bergerak tapi tak bersuara,

membiarkan detik-detik memukuli lantai

sendirian.


aku belajar mengalah

lebih cepat daripada belajar berani,

menelan kata tidak

hingga berubah jadi debu

di tenggorokan.


aku ingin berdiri di depan

seperti pagar,

tapi tubuhku lebih mirip tirai—

mudah tersingkap,

mudah dilalui.


di malam hari,

rasa bersalah tumbuh seperti jamur

di sudut ingatan,

lembap,

tak pernah benar-benar mati.


aku adalah kakak

yang tahu bahaya

namun memberi alamat yang salah,

yang mencintai

tapi sering datang terlambat.


jika suatu hari

keberanian akhirnya mengetuk,

mungkin aku masih akan gemetar—

tapi kali ini

aku akan membuka pintu

meski tangan berdarah,

meski takut

akhirnya harus disebut

dengan nama sendiri.