Ketika kamu datang menghampiriku, apa yang kamu pikirkan? Apakah kamu berpikir kalau aku adalah orang yang diam-diam menyukaimu, sehingga dengan rasa kasihan kamu memberikan aku satu kesempatan untuk memilikimu?
Ketika kamu sehari tidak memberi aku kabar, apa yang kamu rasakan? Apakah kamu merasa dirimu seperti orang yang sedang dikejar deadline?
Ketika sifatmu semakin berubah, apa yang kamu pikirkan dan rasakan? Apakah kamu berpikir bahwa inilah saatnya kamu meninggalkanku? Dan apakah kamu merasa bahwa rasa kasihanmu terhadapku lama kelamaan menghilang?
Aku adalah orang yang punya beribu-ribu pertanyaan untukmu. Seringkali aku melupakan semua itu, tapi ternyata aku gagal. Malah pertanyaan itu makin lama terus bertambah.
Setiap hari aku menunggu kabarmu dan ucapan selamat pagi dan selamat malam yang kamu ucapkan untukku. Aku menunggu, menunggu, menunggu. Walaupun 1 hari telah berlalu dan kamu belum memberikan kabarmu, aku usahakan untuk tetap diam. Aku diam bukan berarti aku tenang. Ingin sekali rasanya aku teriak dan menangis di depanmu, lalu dengan lantang aku bilang "Sejauh manakah kamu mengenal hatiku? Dan apakah dengan melakukan semua itu kamu dengan mudahnya mematikan perasaanku padamu?"
Mungkin inilah saatnya aku harus rela. Rela bahwa aku harus melihatmu pergi dari hubungan kita. Kamu yang dulu pernah mencoba menghiasi hari-hariku, walaupun pada akhirnya kamu harus gagal. Mengapa kamu harus gagal? Bukankah kamu sendiri bilang bahwa kamu ingin memperjuangkan hubungan kita? Atau apakah semua itu bullshit semata yang hanya ingin membahagiakan hatiku dulu? Tolong jawab aku.