August 02, 2014

Tbh?

Semenjak kejadian itu, aku terus menyalahkan diriku sendiri. Kenapa aku sebodoh itu? Kenapa juga aku harus membuatnya meninggalkanku sementara aku masih membutuhkannya? Dan apa aku juga yang terlalu jahat karena sudah melakukan itu padanya? Aku memang manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Tapi kenapa, aku sendiri yang membuatnya meninggalkanku dan membuat dia menciptakan kesalahan yang kedua kepada diriku sendiri? 

Aku mencintainya. Dan aku juga tahu cintaku telah terbalas. Dia sudah mengenal ibuku, tapi tidak dengan ayahku. Karena aku tahu, walaupun dia tak mengenal ayahku, tapi dia sudah berusaha untuk memperkenalkan dirinya kepada beliau dan, mungkin kali ini dia belum bisa memperkenalkan dirinya di depan ayahku. 

Lebaran hari kedua kemarin, aku iseng sekedar mengucapkan kata Minal Aidzin wal Faidzin kepadanya. Ya, mungkin aplikasi BBM di handphone-ku akan sangat membantu untuk itu, sehingga aku tak perlu lagi untuk mendatangi rumahnya sekedar berlebaran dengannya. Hm mungkin ini juga waktu yang pas untuk mengucapkan congratulation kepadanya. Eh iya, aku lupa bercerita dari awal kalo dia sudah berpacaran dengan seseorang. Tepatnya sih balikan dengan sang mantan katanya. 

Ya, aku tahu. Seharusnya di sini aku tidak sendirian. Karena bila aku sendirian, overthinking, akan menyerangku. Tapi, mau tidak mau, pada akhirnya pun aku akan sendirian. Dan, ya, pasti kamu sudah tahu, overthinking itu datang lagi di saat waktu yang pas seperti ini. 

Aku memang sudah putus dengannya sejak 6 bulan yang lalu. Dan di sini aku tidak akan menceritakan mengapa 'kejadian tak mengenakan' itu terjadi. You know, aku akan berusaha untuk melupakannya sejenak. Dan yang lebih penting menurutku, aku harus berusaha menutup diriku untuk sekarang ini. Mungkin itu membuatku merasa lebih baik.